3 aktivitas yang paling penting :
1) sholat tepat waktu dan tilawah
2) mengurus kebutuhan anak dan suami
3) mengerjakan deadline
3 aktivitas yang paling tidak penting
1) berlama-lama memegang gadget (ngobrol di group, stalk, mencari tahu sesuatu yang kurang bermanfaat)
2) tidur di saat pekerjaan belum selesai
3) chat-video call dengan temen disaat masih banyak pekerjaan domestik yang harus dilakukan
Dalam penerapan keseharian, kemungkinan besar 65% saya mengerjaka hal-hal penting dan 35% waktu habis karena melakukan sesuatu yang tidak penting sehingga pekerjaan terus tertunda:(
Saya sangat menyadari kalau ini salah dan akan merugikan kalau saya tidak cepat membenahi.
Karena itu saya akan terus belajar.
Oleh karena itu saya akan membuat kandang waktu.
Yang semoga istiqomah bisa saya terapkan dalam keseharian.
Kandang Waktu:
04.45-08.00 (shalat subuh, tilawah, bersih2,sarapan)
08.00-11.00 (mandi, main dengan muhammad)
11.00-13.30 (menyiapkan makan siang, makan, sholat zuhur, menidursiangkan muhammad)
11.30-15.30
Nyetrika, baca2 group whatsaap)
15.30-17.30
(Sholat ashar, mandi, JJS)
17.30-20.00
Kmungkinan dalam penerapannya masih agak berubah2 karena anak yang masih kecil (1thn) dan jadwalnya masih tidak menentu
10 Juli 2017
17 Juni 2017
#NHW5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar
Nice Homework 5
Learning How To Learn
untuk NHW ke 5 ini kami mendapatkan tugas untuk membuat desain belajar masing-masing. Awal-awal saya mencoba mencari tahu tentang apa pengertian desain pembelajaran, macam-macam dan bagaimana dalam pelaksanaannya.
Setelah mencari tahu dan browsing internet. dari sekian banyak pengertian desain pembelajaran, menurut Ely (1979) pengertian perencanaan pembelajaran adalah suatu proses dan cara berfikir yang dapat membanttu menciptakan hasil yang diharapkan. Pendapat ini mengemukakan bahwa suatu perencanaan membutuhkan target yang akan dicapai atau yang sebagaimana diisyaratkan oleh Ely dengan kata 'hasil' yang harus dicapai.
Dengan itu saya pun merancang desain pembelajaran sebagai berikut:
1. Keinginan yang kuat untuk menguasai suatu ilmu
dan ilmu yang ingin saya kuasai adalah ilmu parenting. Mengapa harus memiliki keinginan yang kuat? sebab ketika kita sudah mempunyai keinginan, maka akan lebih mudah untuk menumbuhkan semangat dalam mempelajarinya.
2. Mencari Tahu
Setelah memiliki keinginan, maka mulailah untuk mencari tahu. Mengumpulkan informasi bagaimana cara untuk mendapatkan ilmu tersebut. baik dari sumber ilmu, teman-teman yang memiliki kesamaan visi, dsb
3. Menyusun Strategi
Setelah mendapatkan cukup informasi mengenai sumber ilmu, maka saya akan menyusun strategi agar dapat meluangkan waktu untuk mempelajari ilmu tersebut. Mulai dari masuk komunitas tentang kekeluargaan-parenting, membaca buku-buku tentang parenting, mengikuti kulwaap seputar parenting dan tentunya agar dapat terus menjaga semangat sayapun juga membutuhkan teman-teman yang sevisi dan bersemangat dalam menuntut ilmu.
4. Mengaplikasikan dalam keseharian
karena sekedar teori tanpa pengaplikasian dalam dunia nyata adalah sia-sia. maka saya akan mencoba mengamalkan apa yang sudah didapat dari belajar ilmu parenting ke kehidupan sehari-hari.
5. Mengevaluasi Diri.
sejauh apa ilmu yang sudah didapatkan dengan pengaplikasian ke kehidupan nyata?
apakah ada perubahan yang terjadi baik dari diri saya maupun keluarga saya ketika saya telah berusaha mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata?
apakah saya sudah maksimal dalam menjalaninya?
adakah yang perlu diperbaiki?
ya! tentunya evaluasi sangat penting untuk menunjang perbaikan lagi dan lagi.
Setelah mencari tahu dan browsing internet. dari sekian banyak pengertian desain pembelajaran, menurut Ely (1979) pengertian perencanaan pembelajaran adalah suatu proses dan cara berfikir yang dapat membanttu menciptakan hasil yang diharapkan. Pendapat ini mengemukakan bahwa suatu perencanaan membutuhkan target yang akan dicapai atau yang sebagaimana diisyaratkan oleh Ely dengan kata 'hasil' yang harus dicapai.
Dengan itu saya pun merancang desain pembelajaran sebagai berikut:
1. Keinginan yang kuat untuk menguasai suatu ilmu
dan ilmu yang ingin saya kuasai adalah ilmu parenting. Mengapa harus memiliki keinginan yang kuat? sebab ketika kita sudah mempunyai keinginan, maka akan lebih mudah untuk menumbuhkan semangat dalam mempelajarinya.
2. Mencari Tahu
Setelah memiliki keinginan, maka mulailah untuk mencari tahu. Mengumpulkan informasi bagaimana cara untuk mendapatkan ilmu tersebut. baik dari sumber ilmu, teman-teman yang memiliki kesamaan visi, dsb
3. Menyusun Strategi
Setelah mendapatkan cukup informasi mengenai sumber ilmu, maka saya akan menyusun strategi agar dapat meluangkan waktu untuk mempelajari ilmu tersebut. Mulai dari masuk komunitas tentang kekeluargaan-parenting, membaca buku-buku tentang parenting, mengikuti kulwaap seputar parenting dan tentunya agar dapat terus menjaga semangat sayapun juga membutuhkan teman-teman yang sevisi dan bersemangat dalam menuntut ilmu.
4. Mengaplikasikan dalam keseharian
karena sekedar teori tanpa pengaplikasian dalam dunia nyata adalah sia-sia. maka saya akan mencoba mengamalkan apa yang sudah didapat dari belajar ilmu parenting ke kehidupan sehari-hari.
5. Mengevaluasi Diri.
sejauh apa ilmu yang sudah didapatkan dengan pengaplikasian ke kehidupan nyata?
apakah ada perubahan yang terjadi baik dari diri saya maupun keluarga saya ketika saya telah berusaha mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata?
apakah saya sudah maksimal dalam menjalaninya?
adakah yang perlu diperbaiki?
ya! tentunya evaluasi sangat penting untuk menunjang perbaikan lagi dan lagi.
10 Juni 2017
#NHW4 : Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah
Bismillahirrahmaanirrahiim..
berikut #NHW4 nya..
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1, apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Sampai hari ini saya akan tetap memilih ilmu parenting yang akan saya fokuskan untuk pelajari dalam Universitas Kehidupan ini; seperti apa yang telah saya jabarkan di #NHW1.
b. Mari kita lihat di Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi chcklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk terpicu "memantaskan diri" setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
Jujur saja, meskipun saya belum merevisi #NHW2 dengan menyertakan targetan waktu, namun dalam realisasinya, saya sudah menerapkan daily checklist dalam memperbaiki diri, memprodukttifkan waktu. dan Alhamdulillah ketika saya berusaha dan berhasil memenuhi daily checklist setiap harinya, ada kepuasan dalam hati saya; merasa lebih efektif dalam menggunakan waktu yang ada. Semoga daily checklist ini bisa menjadi rutinitas yang istiqomah, sehingga saya bisa lebih produktif dan bisa lebih baik dari hari yang kemarin.
c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Semenjak sekolah, saya memang sering mengabdikan diri dan waktu saya sebagai pengurus, baik dalam komunitas maupun organisasi. Dulu, niat saya hanya ingin memanfaatkan waktu untuk kebaikan. Karena seorang pemuda, jika dirinya tidak disibukkan oleh kebaikan, maka dia akan lebih condong pada keburukan.
Pun, ketua organisasi saya pernah berkata: Jika kita memasuki sebuah perkumpulan, baik itu sebuah organisasi, komunitas, lembaga atau semacamnya. maka jangan berpikir -apa yang akan kita dapatkan disini- melainkan, -apa yang dapat kita beri disini-
Maka, semenjak itu. Saya kembali memperbaharui niat. Selama saya mempunyai waktu.. selama itu dalam hal kebaikan, maka saya akan berusaha membantu apa yang bisa saya berikan dalam perkumpulan-perkumpulan yang saya ikuti.
Alhamdulillah dua tahun sebelum menikah, saya mendapat rezeki teman-teman shalih di suatu komunitas dakwah. dari situ saya berusaha memberikan tenaga, waktu dan potensi yang saya bisa untuk komunitas itu, semata lillahi ta'alaa.
namun betapa Maha Baiknya Allah. IA bukakan pintu rezeki untuk saya. selain mendapati banyak teman-teman yang mengingatkan pada kebaikan, saya juga mendapat kesempatan untuk masuk dalam dunia tulis-menulis. Dari mulai mengisi puisi - mengisi beberapa bab dalam buku sampai menulis skenario film. Alhamdulillahilladzii 'alaa kulli ni'matihii tatimus-shalihaat. Dan alhamdulillah sampai sekarang terus berlanjut, insyaaAllah hingga hari ini saya telah berkontribusi menulis dalam 6 buku yang semoga ada setitik kebaikan dan hikmah bagi pembaca; yang semoga akan menambah timbangan amal di akhirat kelak
Selain itu, saya juga tengah merintis usaha busana muslim syari via online bersama satu teman komunitas. Namun, sering naik turun. Saya merasa, semenjak hamil besar sampai sekarang waktu yang tersedia tidak cukup untuk mengurusi hijab online saya. Mengingat barang kami adalah produksi sendiri. Mulai dari membeli bahan dan memproduksinya menjadi khimar dan gamis siap pakai. Meskipun demikian, saya tidak ingin menyerah dan tutup. Saya akan belajar, berusaha dan memperbaiki kesalahan yang membuat usaha saya tidak konsisten.
Awal ingin membuka busana muslim online adalah membantu teman-teman yang ingin berhijab syari, agar mudah mendapatkannya.
Namun, tetaplah keluarga adalah prioitas. Karena amanah terbesar adalah dititipkannya pendamping hidup dan buah hati.
Misi Hidup: Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain
Bidang: Seni (Karya Tulis) dan Entrepeneur (marketing online)
Peran: Inspirator dan Mompreneur
d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
1. Ilmu Agama: tauhid, tahsin, fiqih
2. Ilmu parenting: management waktu, pendidikan anak pada masa golden age
3. Ilmu Berwirausaha: management keuangan, marketing online
Maka, milestone yang akan saya tetapkan adalah sbb:
KM0 - KM1
Menguasai ilmu seputar Bunda Sayang
KM1 - KM2
Menguasai ilmu seputar Bunda Cekatan
KM2 - KM3
Menguasai ilmu seputar Bunda Produktif
KM3 - KM4
Menguasai ilmu seputar Bunda Shaleha
Karena, saya rasa ilmu-ilmu yang dicantumkan untuk menjalani misi hidup sudah terangkum pada kelas-kelas tahapan di Institut Ibu Profesional.
e. Koreksi kembalu checklist anda di NHW #2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
InsyaaAllah dalam waktu dekat ini, akan saya revisi, print dan pajang di tempat yang sering terlihat.
f. LAKUKAN, LAKUKAN, LAKUKAN!
Bismillaah.. biidznillaah..
Semoga bisa memperbaiki diri setiap hari dan lebih baik dari hari yang lalu.
doakan ya!
semangaat!
berikut #NHW4 nya..
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1, apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Sampai hari ini saya akan tetap memilih ilmu parenting yang akan saya fokuskan untuk pelajari dalam Universitas Kehidupan ini; seperti apa yang telah saya jabarkan di #NHW1.
b. Mari kita lihat di Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi chcklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk terpicu "memantaskan diri" setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
Jujur saja, meskipun saya belum merevisi #NHW2 dengan menyertakan targetan waktu, namun dalam realisasinya, saya sudah menerapkan daily checklist dalam memperbaiki diri, memprodukttifkan waktu. dan Alhamdulillah ketika saya berusaha dan berhasil memenuhi daily checklist setiap harinya, ada kepuasan dalam hati saya; merasa lebih efektif dalam menggunakan waktu yang ada. Semoga daily checklist ini bisa menjadi rutinitas yang istiqomah, sehingga saya bisa lebih produktif dan bisa lebih baik dari hari yang kemarin.
c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Semenjak sekolah, saya memang sering mengabdikan diri dan waktu saya sebagai pengurus, baik dalam komunitas maupun organisasi. Dulu, niat saya hanya ingin memanfaatkan waktu untuk kebaikan. Karena seorang pemuda, jika dirinya tidak disibukkan oleh kebaikan, maka dia akan lebih condong pada keburukan.
Pun, ketua organisasi saya pernah berkata: Jika kita memasuki sebuah perkumpulan, baik itu sebuah organisasi, komunitas, lembaga atau semacamnya. maka jangan berpikir -apa yang akan kita dapatkan disini- melainkan, -apa yang dapat kita beri disini-
Maka, semenjak itu. Saya kembali memperbaharui niat. Selama saya mempunyai waktu.. selama itu dalam hal kebaikan, maka saya akan berusaha membantu apa yang bisa saya berikan dalam perkumpulan-perkumpulan yang saya ikuti.
Alhamdulillah dua tahun sebelum menikah, saya mendapat rezeki teman-teman shalih di suatu komunitas dakwah. dari situ saya berusaha memberikan tenaga, waktu dan potensi yang saya bisa untuk komunitas itu, semata lillahi ta'alaa.
namun betapa Maha Baiknya Allah. IA bukakan pintu rezeki untuk saya. selain mendapati banyak teman-teman yang mengingatkan pada kebaikan, saya juga mendapat kesempatan untuk masuk dalam dunia tulis-menulis. Dari mulai mengisi puisi - mengisi beberapa bab dalam buku sampai menulis skenario film. Alhamdulillahilladzii 'alaa kulli ni'matihii tatimus-shalihaat. Dan alhamdulillah sampai sekarang terus berlanjut, insyaaAllah hingga hari ini saya telah berkontribusi menulis dalam 6 buku yang semoga ada setitik kebaikan dan hikmah bagi pembaca; yang semoga akan menambah timbangan amal di akhirat kelak
Selain itu, saya juga tengah merintis usaha busana muslim syari via online bersama satu teman komunitas. Namun, sering naik turun. Saya merasa, semenjak hamil besar sampai sekarang waktu yang tersedia tidak cukup untuk mengurusi hijab online saya. Mengingat barang kami adalah produksi sendiri. Mulai dari membeli bahan dan memproduksinya menjadi khimar dan gamis siap pakai. Meskipun demikian, saya tidak ingin menyerah dan tutup. Saya akan belajar, berusaha dan memperbaiki kesalahan yang membuat usaha saya tidak konsisten.
Awal ingin membuka busana muslim online adalah membantu teman-teman yang ingin berhijab syari, agar mudah mendapatkannya.
Namun, tetaplah keluarga adalah prioitas. Karena amanah terbesar adalah dititipkannya pendamping hidup dan buah hati.
Misi Hidup: Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain
Bidang: Seni (Karya Tulis) dan Entrepeneur (marketing online)
Peran: Inspirator dan Mompreneur
d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
1. Ilmu Agama: tauhid, tahsin, fiqih
2. Ilmu parenting: management waktu, pendidikan anak pada masa golden age
3. Ilmu Berwirausaha: management keuangan, marketing online
Maka, milestone yang akan saya tetapkan adalah sbb:
KM0 - KM1
Menguasai ilmu seputar Bunda Sayang
KM1 - KM2
Menguasai ilmu seputar Bunda Cekatan
KM2 - KM3
Menguasai ilmu seputar Bunda Produktif
KM3 - KM4
Menguasai ilmu seputar Bunda Shaleha
Karena, saya rasa ilmu-ilmu yang dicantumkan untuk menjalani misi hidup sudah terangkum pada kelas-kelas tahapan di Institut Ibu Profesional.
e. Koreksi kembalu checklist anda di NHW #2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
InsyaaAllah dalam waktu dekat ini, akan saya revisi, print dan pajang di tempat yang sering terlihat.
f. LAKUKAN, LAKUKAN, LAKUKAN!
Bismillaah.. biidznillaah..
Semoga bisa memperbaiki diri setiap hari dan lebih baik dari hari yang lalu.
doakan ya!
semangaat!
4 Juni 2017
#NHW3: Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah
NICE HOMEWORK 3
Tema: MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
nhw 3 kali ini mepet-mepet banget waktu untuk ngerjainnya, sampe mba Tika kasih perpanjangan waktu.
Memangnya apa sih isi #NHW3 kali ini?
check it out yaa..
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
Memangnya apa sih isi #NHW3 kali ini?
check it out yaa..
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
responnya..
nunda-nunda baca terus waktu dikasih surat. mungkin ia khawatir isi suratnya akan membahas tentang kesalahan2nya di waktu lampau.
waktu dikasih surat.. senyum-seyum. tapi suratnya gamau dibaca :D
nunda-nunda baca terus waktu dikasih surat. mungkin ia khawatir isi suratnya akan membahas tentang kesalahan2nya di waktu lampau.
waktu dikasih surat.. senyum-seyum. tapi suratnya gamau dibaca :D
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
dan anakku, Muhammad ia masih berusia 13bulan. Dia sangat aktif dan periang. masih belajar berjalan dan berbicara.
pada usia tersebut, masih belum terlihat apa potensi yang ia miliki. Namun yang amat saya syukuri, ia tak begitu merepotkan seperti keluhan teman-teman ibu muda sebayaku.
ketika ada orang baru yang mau menggendong Muhammad, namun ia tak langsung nangis rewel.
ia hanya menatap lama orang yang menggendong itu, sambil sesekali melihat kearahku. seperti memberi sinyal;
"ummi... ini siapa? aku maunya sama ummi,
ambil aku lagi dong, ummi"
begitu kira-kira apa yang akan diungkapkan kalau si bayi bisa bicara. xD
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
saya adalah orang yang penyabar dan tak mudah putus asa. Semenjak MTs, di pesantren, saya terbiasa menyelesaikan masalah tanpa sepengetahuan orang tua. Dari pesantrenlah, kemandirian dalam menyelesaikan masalah mulai diasah.
di pesantren, saya mendapatkan kamar yang isinya orang-orang trouble maker, tidak taat peraturan. Sementara saya terpilih untuk menjadi santri pengurus pesantren satu-satunya di kamar itu; istilahnya OSIS nya pesantren lah ya. yang menyuruh sholat di masjid, menyuruh berangkat untuk belajar kitab, menyuruh untuk piket harian, dan berbagai kegiatan lainnya.
ujiannya: saya pernah dimusuhi oleh teman-teman satu kamar karena mereka menolak untuk mengikuti kegiatan pesantren (sholat shubuh di masjid, mengikuti kelas vocab dan olahraga) sewaktu saya pulang ke kamar.. ternyata pintu lemari saya sudah terbuka lebar dan berantakan. alat-alat di lemari saya berjatuhan, begitu masuk pun disindir-sindir dan diteriaki "i hate you", bahkan untuk teman-teman di kamar itu yang bersimpati dengan saya, maka akan dimusuhi dan disindir-sindir juga.
itu salah satu dari beberapa ujian yang berkesan di pesantren :)
dan Alhamdulillah sudah terlewati dan insyaaAllah banyak hikmah setelahnya :)
begitupun ketika kuliah,saya menjadi sekretaris Senat Mahasiswa, yang pekerjaannya mengurus kegiatan kampus beserta UKM-UKM yang dinaunginya. banyak sekali hal yang menguras tenaga dan juga perasaan. terlebih ketika melihat partner dibentak di depan umum dan dikatai "Lo Senat, jangan bego!" aaah nano-nano rasanya.
namun hikmah setelahnya, saya bisa lebih dewasa, bijak dan lebih kalem ketika berhadapan dengan orang yang emosional dan membara-bara.
benar saja kata pepatah. semakin tinggi pohon maka semakin besar pula angin yang menerpanya.
dan ujian di Rumah Tangga ini dari 2bulan sebelum pernikahan sampai hari ini luar biasa, ya.. hehe
dan ujian di Rumah Tangga ini dari 2bulan sebelum pernikahan sampai hari ini luar biasa, ya.. hehe
mustahil jika Rumah Tangga tanpa ujian dan godaan. Allah hadirkan pasangan lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya. kekurangannya; kita jadikan ladang pahala dan adapun kelebihannya agar kita selalu bersyukur.
dan barangkali Allah pasangkan saya dengan suami, agar saya bisa sabar memberi pengertian tentang agama. pola pikir yang bersebrangan membuat saya harus benar-benar lapang dalam memberi pemahaman kepada suami.
dakwah ke keluarga terlebih ke suami adalah hal yang tak mudah. namun, smoga Allah mampukan saya dan melembutkan hati suami.
dan barangkali Allah pasangkan saya dengan suami, agar saya bisa sabar memberi pengertian tentang agama. pola pikir yang bersebrangan membuat saya harus benar-benar lapang dalam memberi pemahaman kepada suami.
dakwah ke keluarga terlebih ke suami adalah hal yang tak mudah. namun, smoga Allah mampukan saya dan melembutkan hati suami.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
tantangan terberat saya adalah diri saya sendiri.
ketika saya tidak mampu menghalau pikiran negatif tentang suami yang menyelimuti pikiran.
ketika saya tidak mampu sabar dalam menghadapi sifat suami
ketika saya tidak mampu sabar dalam mengurus anak
ketika saya tidak mampu mengatur waktu yang ada untuk megurus rumah tangga.
ketika saya tidak bisa memperdengarkan murrotal pada suami dan anak setiap harinya agar mereka miliki hati yang lembut
dan yang utama adalah ketika saya tidak bisashalat tepat waktu
smoga saya bisa menjadi lentera dalam gelap. terlebih untuk keluarga kecil saya.
terutama untuk suami saya, karena bagaimanapun Allah tak mungkin salah dalam memilihkan pasangan. barangkali badai yang terjadi dalam Rumah Tangga kita adalah agar kita introspeksi diri dan semata ingin Allah berikan hikmah kebaikan setelahnya.
ustadzahku.. pernah menyampaikan..
ketika taqdir Allah tak sejalan dengan apa yang kita inginkan, maka bersabarlah terlebih dahulu dan tetap jalani dengan tawakkal semata berharap padanya.
tetaplah bersyukur pada apa yang kita miliki sekarang.
hingga pada akhirnya, perilaku yang tak baik tetap berlanjut dan saya merasa muak dan memberi tahu pada kakak ipar tentang masalah yang saya alami. ipar pun melaporkan pada baba mertua dan menyuruh saya agar tetap bersabar dan jangan putus dalam berdoa.
ipar pun tak bisa menyarankan agar kami pisah, ia hanya menyarankan agar meminta pada Allah agar diberi kemudahan dalam urusan dan juga diberi jalan yang terbaik.
\ipar pun khawatir jika tak bersama saya, adiknya akan jauh lebih buruk.\
saya hanya berharap bisa lapang menjalani ini dan diberi kesabaran yang lebih dari sebelumnya.
dalam kondisi seperti ini saya hanya bisa berdoa yang baik-baik. smoga ia diberi hidayah, menyesali perbuatan dan menjadi ayah yang baik dan shalih serta anak-anak dari rahimku akan menjadi qurrota a'yun, salah satu kekuatanku, smoga menjadi generasi penyabar dan bertaqwa.
doakan ya..
smoga saya bisa menjadi istri shalihah yang dirindukan syurga atas dahsyatnya badai rumah tangga yang tanngal 6juni nanti baru berusia 2 tahun :)
tantangan terberat saya adalah diri saya sendiri.
ketika saya tidak mampu menghalau pikiran negatif tentang suami yang menyelimuti pikiran.
ketika saya tidak mampu sabar dalam menghadapi sifat suami
ketika saya tidak mampu sabar dalam mengurus anak
ketika saya tidak mampu mengatur waktu yang ada untuk megurus rumah tangga.
ketika saya tidak bisa memperdengarkan murrotal pada suami dan anak setiap harinya agar mereka miliki hati yang lembut
dan yang utama adalah ketika saya tidak bisashalat tepat waktu
smoga saya bisa menjadi lentera dalam gelap. terlebih untuk keluarga kecil saya.
terutama untuk suami saya, karena bagaimanapun Allah tak mungkin salah dalam memilihkan pasangan. barangkali badai yang terjadi dalam Rumah Tangga kita adalah agar kita introspeksi diri dan semata ingin Allah berikan hikmah kebaikan setelahnya.
ustadzahku.. pernah menyampaikan..
ketika taqdir Allah tak sejalan dengan apa yang kita inginkan, maka bersabarlah terlebih dahulu dan tetap jalani dengan tawakkal semata berharap padanya.
tetaplah bersyukur pada apa yang kita miliki sekarang.
tak perlu iri pada kebahagiaan yang orang lain miliki, karena kita tak pernah tahu kesusahan apa yang telah ia lewati kemarin
jangan pula sedih terhadap kesusahan yang tengah kita hadapi, karena kita tak pernah tahu ada hadiah apa yang Allah siapkan esok hari.saya pun menangkap maksud Allah.. setelah satu tahun pergulatan batin ingin melanjutkan atau selesai, saya pun terus bersabar atas perilaku suami, tak hentinya menangis meminta pada Allah tempat segala pengaduan. sebab dilema, jika keluarga tau tentang hal ini pastilah tak akan ada maaf untuk suami. tapi saya berusaha tetap sabar dan mencoba menilai dari sudut pandang berbeda mengapa suami melakukan hal yang tidak baik.
hingga pada akhirnya, perilaku yang tak baik tetap berlanjut dan saya merasa muak dan memberi tahu pada kakak ipar tentang masalah yang saya alami. ipar pun melaporkan pada baba mertua dan menyuruh saya agar tetap bersabar dan jangan putus dalam berdoa.
ipar pun tak bisa menyarankan agar kami pisah, ia hanya menyarankan agar meminta pada Allah agar diberi kemudahan dalam urusan dan juga diberi jalan yang terbaik.
\ipar pun khawatir jika tak bersama saya, adiknya akan jauh lebih buruk.\
saya hanya berharap bisa lapang menjalani ini dan diberi kesabaran yang lebih dari sebelumnya.
dalam kondisi seperti ini saya hanya bisa berdoa yang baik-baik. smoga ia diberi hidayah, menyesali perbuatan dan menjadi ayah yang baik dan shalih serta anak-anak dari rahimku akan menjadi qurrota a'yun, salah satu kekuatanku, smoga menjadi generasi penyabar dan bertaqwa.
doakan ya..
smoga saya bisa menjadi istri shalihah yang dirindukan syurga atas dahsyatnya badai rumah tangga yang tanngal 6juni nanti baru berusia 2 tahun :)
27 Mei 2017
#NHW2 : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
Bismillahirrahmaanirrahiim...
untuk NHW kali ini kita disuruh untuk membuat indikator yang kita sendiri bisa menjalankannya. Bahkan meminta suami dan anak untuk juga menilai diri kita. Tidak lain agar kita dapat melihat dan menilai diri dari sudut pandang yang berbeda.
hmm... Padahal baru sepekan bersama teman-teman IIP tapi rasanya teramat banyak ilmu-ilmu nice bin keren yang saya dapatkan. Alhamdulilllah :D
Sebelum masuk ke CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN yang merupakan inti dari #NHW2 ini, kita diberi kunci membuat indikator singkat menjadi SMART, yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND (Berikan batas waktu)
Keren ya. Memang, kita tidak boleh menjalani hidup layaknya air yang mengalir. Kita harus punya tujuan dan menetapkan target, tentunya agar lebih mudah fokus dan tidak banyak waktu terbuang. Sebab kita tidak akan pernah tahu, sampai kapan umur kita di dunia :)
Jadi, waktu itu saya coba buka obrolan, yang intinya ingin menanyakan soal #NHW2 ke bapak suami:
I: "Hmm.. aku dapet PR nih, suruh interview bapak suami sama anak. Tapi Muhammad masih 1tahun, belum ngerti. Berarti kamu aja ya.."
*sambil nyengir* tapi jangan Ge eR yak."
S: "Iya.." *senyum sambil mainan hape*
I: " Kamu maunya, aku jadi istri yang kayak bagimana?"
S: "Hm.. Ya.. kayak istri"
I: " !@#$%^&*(&
(Mungkin dia bingung, kok tiba-tiba istrinya nanya begitu) kya gimana..?
S: "Memang PRnya kya gimana sih" (sambil senyum mungkin bingung)
I: "Nih aku kirim via whatsaap ya. Langsung dijawab ya.."
Setelah dikirim #NHW2nya, katanya..
S: "Wih panjang amat. Harus dijawab sekarang nih?"
I: "Iya, soalnya deadlinenya besok sabtu"
S: "Ooh masih lama. Besok aja ya"
I: "Hmm.. tapi jangan lupa"
Setelah ditunggu-tunggu dan diingetin berkali-kali sampai hari Sabtu siang belum juga ada ancang-ancang mau jawab u,u
Yasudah apa adanya ya ini.. dijawab yang pernah keluar dari mulutnya aja, tapi meski #NHW2 nya sudah dikumpulkan, akan tetap saya tagih ke bapak suami. hihi biar jadi topik perbincangan seru nantinya kalau dia jawab.
Ohya, berikut #NHW2 intinya..
Sebagai Individu, indikator yang ingin saya jalani dan berusaha perbaiki dari waktu ke waktu yaitu:
1. Shalat tepat waktu
2. Menghidupkan kembali shalat sunnah rawatib terutama subuh,
3. Mendengarkan murratal atau membaca al qur'an 1 juz perhari
4. Sedekah perbulan
5. Mengikuti kajian/majelis online untuk menambah ilmu karena untuk hadir di majelisnya langsung untuk sekarang-sekarang ini agak repot karena masih punya bayi. hehe insyaaAllah akan tetap harus diusahakan terutama kalau anak sudah mulai diajak bicara.
6. Mengikat ilmu dengan menulis; kembali menulis di blog, selain melatih kemampuan menulis hal ini juga agar ilmu yang di dapatkan tidak hilang dan insyaaAllah dapat bermanfaat bagi yang lain.
7. Mengusahakan online shop tetap jalan
Sebagai Istri, indikator yang ingin saya jalani dan berusaha perbaiki dari waktu ke waktu yaitu:
1. Tidur awal, bangun awal
2. Memperbaiki manajemen waktu antara mengurus pekerjaan rumah, anak dan suami: Jam 9pagi rumah sudah bersih dan sarapan sudah tersedia.
2. Mengatur keuangan keluarga dengan baik: setiap bulan harus mempunyai saving baik untuk ditabung di dunia atau ditabung di akhirat (alias sedekah hehe)
3. Pandai merawat diri, meskipun lebih banyak waktu di rumah: Enak dipandang dan wangi.
4. Menjadi pendengar dan teman curhat yang baik: Jika suami benar, maka puji dan semangati. Namun jika salah, berusaha meluruskan sesantun mungkin.
5. Menghadirkan quality time; jalan-jalan, bercanda, saling tukar cerita dan pendapat.
6. Menjadikan kelebihan suami sebagai kesyukuran dan kekurangannya sebagai ladang pahala. Bagaimanapun kita menikahi manusia; yang tempatnya salah dan lupa. tentu sayapun juga banyak kekurangannya. namun yang terpenting adalah bagaimana kita hidup berdampingan, mengetahui kekurangan tapi menerima dan masih ingin bersama tertatih menuju surga-Nya.
Rumah Tangga.. ibarat rumah dan pondasi penting pada suatu bangunan.Anggaplah suami adalah rumah dan istri adalah tangga nya. Dapat berlaku pula sebaliknya.
Jika tangga di rumah itu rusak, apa yang akan kita lakukan?
Perbaiki atau mengganti rumahnya?
Tentunya kita berusaha untuk memperbaiki yang rusak terlebih dahulu, kan?
Sebagai pasangan, saya mencoba untuk mengkomunikasikan hal tersebut kepada suami.
Agar saling mengingati.. menasihati dalam kebaikan. karena sejatinya kami adalah pakaian bagi satu sama lain.
Sebagai Ibu, indikator yang ingin saya jalani dan berusaha perbaiki dari waktu ke waktu yaitu:
1. Memeluk dan mencium anak setiap hari.
2. Mendengarkan Al-Qur'an pada anak setiap hari
3. Mengajaknya jalan pagi atau sore setiap hari.
4. No Gadget ketika tengah bermain dengan anak.
5. Tidak boleh berdebat atau marah dengan suami di depan anak
6. Terus mengupgrade kesabaran.
Semoga saya bisa terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Mengupayakan apa yang sudah ditargetkan agar bisa tercapai dan istiqomah menjalaninya. Aamiin.. SEMANGAT! ☺
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi 2
🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #4? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
18 Mei 2017
#NHW1 IIP : Adab Menuntut Ilmu
Kelas Matrikulasi Batch 4
Institut Ibu Profesional Bekasi
Nice Homework 1
Tema: Adab Menuntut Ilmu
Narasumber: Mba Tika
Bismillahirrahmaanirrahiim..
1) Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini?
ilmu parenting.
2) Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?
anak dan suami adalah amanah Allah. karenanya saya ingin terus belajar dan tidak ingin gagal dalam mendidik anak.
saya ingin menjadi 'rumah' untuk suami dan anak-anak nantinya. Yang dimanapun mereka berada, saya adalah tempat kepulangan paling nyaman :)
3) Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Mengikuti kelas dan program Institut Ibu Profesional.
Sekarang ini saya tengah mengikuti kelas matrikulasi dan akan mengikuti rumah belajar memasak dan rumah belajar bermain.
Saya juga sedang menunggu konfirmasi diundang ke group whatsaap dari salah satu peserta kelas matrikulas Institut Ibu Profesional yang tengah mengikuti kelas parenting sesuai dengan ajaran agama islam. It's so interesting for me and i really excited :)
Selain itu saya juga membuat group sharing whatsaap ibu pintar, untuk ibu-ibu baru (llingkungan terdekat) agar mudah berbagi tips dan pengalaman.
4) Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
Saya akan terus belajar dan memperbaiki diri. Terutama selalu belajar menghargai waktu dengan terus berusaha mengoptimalkan waktu yang saya punya. InsyaaAllah doakan ya! :)
Langganan:
Postingan (Atom)
