23 Desember 2013

Contoh GBPK Organisasi


GARIS – GARIS BESAR PROGRAM KERJA (GBPK) OSPA
PERIODE 2010 – 2011
BAB I
PENDAHULUAN
Pengertian
1.      Garis – garis Besar Program Kerja (GBPK) merupakan pernyataan kehendak anggota OSPA serta merupakan kebijakan program kegiatan umum, terarah dan terpadu yang berlangsung secara terus – menerus dalam rangka mewujudkan tujuan OSPA yang pada hakekatnya merupakan satu pola umum program kerja yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Santri (MPS)
2.      Pola umum kerja merupakan kegiatan terkait dengan penyelenggaraan Trilogi Pesantren
Maksud dan Tujuan
1.      GBPK dimaksudkan untuk memberikan kerangka dan acuan bagi pelaksana program kerja yang pada pokoknya dimanifestasikan dalam bentuk kebijakan – kebijakan OSPA
2.      GBPK bertujuan untuk membantu dan memnsukseskan Trilogi Pondok Pesantren
3.      Pelaksana GBPK yang telah ditetapkan dalam MPS diserahkan kepada Presiden terpilih beserta jajaran pengurusnya untuk dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan pada akhir kepengurusan di Sidang Permusyawaratan Santri (MPS)
BAB II
POLA UMUM GBPK OSPA
Pola umum GBPK OSPA mempunyai sasaran yang terbagi menjadi dua bagian yang berkesinambungan, terpadu, dan menyeluruh, yaitu :
1.      Internal
a.       Terbentuknya pribadi santri yang berakhlakul karimah serta mempunyai disiplin yang tinggi terhadap norma – norma keagamaan
b.      Terbentuknya pribadi santri yang menguasai dan terampil dalam IPTEK serta berbahasa Inggris dan Arab
c.       Terwujudnya santri yang taat terhadap peraturan – peraturan yang telah ditetapkan oleh Pesantren
2.      Eksternal
a.       Terbentuknya hubungan kerjasama organisasi eksternal OSPA
b.      Bimbingan disekitar lingkungan Pesantren secara spesifik dan umat Islam secara global
BAB III
PENJABARAN ARAH PROGRAM KERJA
A.    INTERNAL
1.      Administrasi
1.1                          Keskretariatan
a.       Terwujudnya administrasi Organisasi Santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II yang tertib, teratur dan terinventarisir
b.      Terpenuhinya seluruh fasilitas yang dibutuhkan oleh organisasi
c.       Terwujudnya manajemen komunikasi yang handal baik internal maupun eksternal
1.2                          Kebendaharaan
a.       Terbentuknya manajemen keuangan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan
b.      Menggali dan mengkoordinir potensi sumber dana untuk pemasukan kas
2.      Departemen
2.1                          Bidang Umum
a.       Membuat Program Kerja yang terkait dengan departemen OSPA masing – masing dengan disepakati bersama
b.      Memberikan sanksi bagi yang melanggar peraturan tersebut secara bertahap dan berkesinambungan
2.2                          Khusus
2.2.1                    Bag. Ibadah
a.       Menertibkan santri dalam semua kegiatan peribadatan
b.      Mengadakan PHBI (Perayaan Hari Besar Islam)
c.       Mengadakan kerjasama dengan pihak terkait
2.2.2                    Bag. Bahasa
a.       Mewajibkan santri menggunakan bahasa resmi
b.      Mengadakan event – event tentang kebahasaan yang bersifat mendidik
c.       Mengadakan kerjasama dengan pihak terkait
2.2.3                    Bag. Pendidikan
a.       Mengadakan kegiatan – kegiatan ilmiah ditingkat santri
b.      Menertibkan santri dalam kegiatan pendidikan
c.       Bekerjasama dengan sekolah dan pihak terkait
2.2.4                    Bag. Kreasi
a.       Mengembangkan dan menyalurkan kreatifitas santri
b.      Menginventarisir dan menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh santri
c.       Mengadakan event –event yang berhubungan dengan seni dan kreatifitas
d.      Bekerjasama dengan pihak terkait
2.2.5                    Bag. Olahraga
a.       Menertibkan santri dalam kegiatan olahraga
b.      Mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan olahraga
c.       Bekerjasama dengan pihak – pihak terkait
2.2.6                    Bag. Kebersihan
a.       Menertibkan santri dalam kebersihan
b.      Mengadakan lomba – lomba kebersihan
c.       Menjaga kelengkapan alat –alat kebersihan pesantren
d.      Bekerjasama dengan pihak –pihak terkait
2.2.7                    Bag. Keamanan
a.       Menjaga dan menertibkan keamanan
b.      Mengadakan event – event keamanan
c.       Bekerjasama dengan pihak terkait
2.2.8                    Bag. Ekskul
a.       Menertibkan santri dalam kegiatan ekskul
b.      Menginventarisir dan memfasilitasi semua kegiatan ekskul di Pesantren
c.       Bekerjasama dengan pihak terkait
B.     EKSTERNAL
1.      Membina hubungan kerjasama dengan organisasi eksternal OSPA
2.      Mengadakan kegiatan dalam pembinaan umat Islam disekitar lingkungan pesantren baik secara spesifik maupun secara global
3.      Mengadakan kegiatan dan bekerjasama dengan umat beragama non muslim dalam hal – hal positif secara umum

BAB IV
TOLAK UKUR KEBERHASILAN KINERJA
PENGURUS OSPA
1.      Melaksanakan sebanyak 75% Program Kerja yang telah ditetapkan oleh kepengurusan
2.      Mampu melaksanakan sebanyak 70% rekomendasi yang dihasilkan MPS OSPA
3.      Menghasilkan sekitar 20 kader santri yang telah lulus pengkaderan yang diselenggaraan oleh OSPA         

Contoh AD (Anggaran DASAR) Organisasi


ANGGARAN DASAR (AD) OSPA

BAB I
Ketentuan Umum
Pasal 1
1.      Organisasi ini bernama Organisasi Santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah yang disingkat OSPA
2.      OSPA berkedudukan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II
Pasal 2
1.      Asas idiil OSPA adalah Pancasila
2.      Asas konstitusional OSPA adalah aturan – aturan umum Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah II

BAB II
Status dan Sifat
Pasal 3
1.      OSPA mandataris pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah
2.      OSPA berstatus otonom
Pasal 4
OSPA bersifat Interpendent

BAB III
Tujuan dan Usaha
Pasal 5
Tujuan pokok OSPA :
1.      Merealisasikan Trilogi Pesantren Asshiddiqiyyah, yaitu : Akhlakul Karimah, Bahasa Asing, Ilmu Pengetahuan
2.      Mewakili santri baik intern maupun ekstern pesantren
Pasal 6
Usaha – usaha OSPA:
1.      Membuat program kerja dalam rapat yang mengacu pada GBPK dan rekomendasi hasil MPS
2.      Membuat  ketetapan - ketetapan dan keputusan ditingkat santri
3.      Menyelenggarakan sidang MPS sebagai majelis tertinggi ditingkat santri
4.      Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan pihak yang terkait
5.      Menampung dan menindaklanjuti aspirasi santri

BAB IV
Keanggotaan
Pasal 7
Anggota OSPA terdiri dari :
1.      Anggota Umum, yaitu seluruh santri di lingkungan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah II
2.      Anggota Khusus, yaitu alumni OSPA Asshiddiqiyyah II

BAB V
Kepengurusan
Pasal 8
1.      Kepengurusan OSPA berlangsung selama satu periode
2.      Pengurus OSPA terdiri dari santri – santri yang dipilih untuk menjalankan seluruh tugas OSPA

BAB VI
Rapat dan Sidang
Pasal 9
Rapat dan Sidang OSPA terdiri dari :
1.      Sidang Tahunan
2.      Sidang Pleno
3.      Sidang Komisi
4.      Rapat Pimpinan
5.      Rapat Kerja
6.      Rapat Evaluasi
7.      Rapat Koordinasi
BAB VII
Struktur Organisasi
Pasal 10
Kekuasaan tertinggi berada pada Presiden OSPA
Pasal 11
Kelas dan organisasi santri lain adalah badan otonom diluar dan dibawah OSPA

BAB VIII
Atribut
Pasal 12
Atribut OSPA terdiri dari :
1.      Bendera
2.      Stempel
3.      Kop Surat
4.      Map
5.      Amplop
6.      Jas Almamater
7.      Tanda Pengenal
BAB IX
Sekretariat
Kantor OSPA berkedudukan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah II Tangerang

Contoh ART (Anggaran Rumah Tangga) Organisasi


ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) OSPA

BAB I
Keanggotaan
Pasal 1
Keanggotaan OSPA terdiri dari :
1.      Anggota Umum, yaitu seluruh santri dilingkungan Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah II Tangerang
2.      Anggota Khusus, yaitu Alumni OSPA Asshiddiqiyah II

BAB II
Kepengurusan
Pasal 2
1.      Setiap anggota umum OSPA berhak menjadi pengurus OSPA
2.      Pengurus OSPA adalah pelaksana kebijakan tertinggi ditingkat santri
3.      Pengurus OSPA tidak lebih dari 45 orang

BAB III
Hak - hak dan Kewajiban
Pasal 3
1.      Hak - hak
a.       Anggota umum mempunyai hak suara dan hak bicara
b.      Anggota khusus mempunyai hak bicara
c.       Setiap anggota berhak mendapat perlakuan yang sama
d.      Setiap anggota berhak mendapat perlindungan hukum
2.      Kewajiban
a.       Mentaati AD / ART
b.      Menjaga dan menjunjung tinggi nama baik OSPA
c.       Membayar iuran bagi pengurus OSPA

BAB IV
Syarat Presiden OSPA
Syarat – syarat menjadi Presiden OSPA yaitu :
1.      Santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah II Tangerang
2.      Siswa kelas 5 (lima)
3.      Telah mengikuti latihan pengkaderan OSPA
4.      Memiliki kemampuan berbahasa resmi pesantren, bahasa Inggris dan atau bahasa Arab
5.      Pernah menjadi pengurus OSPA
6.      Tidak sedang menduduki jabatan ketua organisasi manapun
7.      Sehat jasmani dan rohani
8.      Tidak pernah melakukan pelanggaran berat di Pondok Pesantren Asshiddiqiyyah
9.      Tegas, berwibawa, bertanggung jawab, dan percaya diri
10.  Lulus seleksi calon kandidat Ketua Umum OSPA
11.  Wajib memiliki ekskul
12.  Dilarang memiliki hubungan khusus

BAB V
Permusyawaratan
Pasal 5
1.      Sidang MPS merupakan musyawarah tertinggi OSPA dan diikuti oleh peserta yang telah ditentukan dan dilaksanakan satu kali dalam satu periode
2.      Tujuan sidang MPS OSPA adalah :
a.       Mengevaluasi laporan kerja pada akhir periode kepengurusan
b.      Mengevaluasi dan menilai laporan pertanggung jawaban OSPA
c.       Meninjau, merubah serta menetapkan strukutur organisasi , job description, GBPK, rekomendasi, AD/ART, agenda khusus dan agenda umum
d.      Mendemisionerkan pengurus OSPA
e.       Menetapkan tim formatur OSPA




BAB VI
Pengambilan Keputusan
Pasal 6
1.      Keputusan dianggap sah berdasarkan hasil musyawarah untuk mencapai mufakat
2.      Keputusan diberlakukan tanpa memandang pihak tertentu dari anggota OSPA
BAB VII
Perubahan dan Peralihan
Pasal 7
1.      Perubahan ART ini hanya dapat dilakukan oleh sidang MPS dan atau referendum yang khusus dibuat untuk itu
2.      Keputusan ART yang baru dianggap sah apabila disetujui oleh minimal 2/3 jumlah peserta sidang yang hadir
Pasal 8
1.      Pembaruan OSPA dapat dilakukan setelah terbentuknya panitia pembubaran berdasarkan mekanisme yang disepakati guna menyelesaikan segala sesuatu pada seluruh jajaran OSPA
2.      Kekayaan OSPA setelah pembubaran diserahkan pada OSPA periode selanjutnya melalui Pembina OSPA

BAB VIII
Penutup
1.      Anggaran Rumah Tangga ini dilakukan untuk seluruh anggota OSPA
2.      Hal – hal yang belum diatur dalam ART ini akan ditetapkan oleh pengurus OSPA
3.      ART ini diserahkan oleh sidang MPS dan berlaku setelah tanggal ditetapkannya

10 Juni 2013

Kita dan Pohon

Layaknya sebuah pohon yang kokoh..
akankah ia tetap kokoh tanpa cabang - cabang akar yang mengikat janji dengan lembapnya tanah?

Layaknya sebuah pohon yang kokoh..
akankah ia tetap kokoh dengan daun - daun yang mulai enggan mengais teriknya matahari?

Layaknya sebuah pohon yang kokoh..
akankah ia tetap kokoh tanpa perjuangan ranting - ranting rapuh yang rela berkutat dengan benalu yang menyinggapinya?


pada dasarnya..
tidak ada yang benar-benar berhak untuk memerintah..
karena memang kita ada dengan potensi yang berbeda..
namun tetap saja.. 
perlu ada yang mengatur . agar tidak saling berbentur ..

pada dasarnya..
tidak ada yang benar - benar berhak untuk memerintah..
hingga ia mampu hidup dan bertahan sendiri..
padahal 'suatu tubuh' bisa dikatakan 'satu' karena kumpulan organ-organ dengan celanya masing-masing.. 

mau bersatu untuk saling melengkapi..
mau mengerti untuk saling menutupi..

tidak ingin saling menyalahkan..
karena ia paham, sendiri adalah kerapuhan..
yang tidak akan pernah padam dengan ego tak beraturan..

namun..
mengapa tak mengambil pelajaran?
haruskah selalu ada pertikaian.. ?


20 April 2013

Penulisan In shaa Allah / In syaa Allah (?)

Assalamu’alaykum readers.. ^^
Gimana nih kabar kalian? baik? :D
Nah kali ini saya mau posting yang rada kontroversi nihh....
tentang penulisan lafal yang dibawah ini *nunjukkebawah*
Dulu... waktu masih jahiliyyah (sekarang juga masih sih) saya tuh selalu nulis lafal "diatas" dengan penulisan -Insyaallah- waktu itu merasa, "itu tulisan udah bener kok! lagipula klo salah juga yaaaa ga masalah juga kaliii.."<- (Jahiliyyah bgt kan ._. )
Nah. sampai suatu hari ketika mulai diperlihatan pijakan-pijakan hijrah, saya dituntun Allah dan bertemu dengan teman-teman pendakwah, dan berteman jugalah saya di BBMnya. Waktu itu dia pasang DP seperti ini  *nunjukkebawah*

*

Astaghfirullahh.... merenunglah saya saat itu

Berarti selama ini setiap kali nulis insyaAllah, salah dong? Wallahua'lam
Semoga saya tidak termasuk yang menyekutukan Allah atas kebodohan dan segala kehilafan yang tidak disengaja ini. Aamiin Yaa Mujiib..
Nah semenjak itulah setiap kali melafalkan إن شاء الله  selalu saya tulis dengan seperti ini -> "In shaa Allah" dan begitu seterusnya.


Hingga akhirnya saya merasa ini penting dan perlu untuk di-share. Maka saya share..Awalnya saya share via facebook, karena merasa di jejaring sosial itu akan lebih banyak yang membaca namun karena kapasitasnya tidak seleluasa di blog pribadi, maka saya tulis juga versi lengkapnya dari yang saya tahu, disini :) 

Mai... lafal إن شاء الله  itu pake "Syin" bukan "Shad" | Hmmm.....Nah loh. terus yang benar bgaimana? :/

okeoke .kita perhatikan dulu yuk ejaan-ejaan huruf hijaiyah dalam terminology arabic yang ditulis dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia ;) *nunjukkebawah*

Ejaan dlm bahasa indonesia
Alif – Ba -Ta- Tsa – Jim – cha – Kho – Dal – Dzal – Ro – Za
Sin - Syin - Shot – Dlo – Tho – Dho – ‘Ain – Ghoin
Fa – Qof – Kaf – Lam – Mim – Nun – Ha – Waw –  Ya


Ejaan dalam bahasa inggris
Alif – Ba -Ta- Tha – Jim – Ha – Kha – Dal – Thal – Ra – Zay
Sin - Shin - Sad – Dad – Ta – Dha – ‘Ayn – Ghayn
Fa – Gaf – Kaf – Lam – Mim – Nun – Ha- Waw – Ya


Yang saya tahu dari searching link to link dalam huruf arab itu tidak ada vokal 'o', yang ada ialah 'a', 'i', dan 'u'.

Dengan memperhatikan ejaan-ejaan diatas, bisa  dilihat bahwa dalam bhs indonesia digunakan kata SYIN sedang dalam ejaan inggris digunakan ejaan SHIN. Ejaan SYIN setahu saya hanya dipake di Malaysia, Pakistan dan India, sedangkan negara-negara lain menggunakan ejaan SHIN.dan akhirnya keheranan saya 'dulu' sama temen dan saudara yang lama tinggal di Jazirah Arab terjawab. Keheranan apa sih Mai?


Iyaa. Heran aja namanya jelas-jelas "Rasyid" tapi dia nulisnya "Rashed" :/

trus saya juga punya follower seorang wanita yang sepertinya berdomisili di Palestina  (menurut TL & cerita-ceritanya)  dia fasih ber-bahasa Inggris dan bisa berbahasa Indonesia. Setiap kali dia menulis lafal إن شاء الله atau  ما شاء الله selalu ditulisnya dengan "In shaa Allah" dan "Maa shaa Allah"

Trus ada lagi nih, kalian tau lagunya Maher Zain yang judulnya Insha Allah? Kenapa ga ditulis dengan InsyaAllah ? Nah loh.


Perbedaan ini wajar terjadi karena bahasa arab adalah bahasa Al-Qur’an, dimana tidak ada ukuran baku untuk mentransfernya ke dalam alfabet selain arabic.
Wallahua'lam...


Jadi... mana yang benar?
Yang paling benar itu ialah  إن شاء الله  << nulis arabic nya langsung.. hhe ^^v

Kesimpulan :

Sebenarnya yang lebih ditekankan ialah penggalan kata dalam penulisannya -> In shaa Allah / In syaa Allah (untuk versi Indonesia) yang ditulis dalam 3 penggalan. Namun jangan ditulis dengan satu atau dua penggalan kata "InshaAllah / Insha Allah" yang artinya "Create Allah / Membangun Allah" Naudzubillah.. 

Namun untuk cara membacanya tetap sama  kok ^^


Well, sekian dulu yaa.. Semoga bisa bermanfaat, oiya posting tadi dibantu oleh teman sesama blogger saya yang bernama ukhti Rani. Semoga manfaat juga diperolehnya yaa.. Aamiin :')


-salam hangat untuk readers-
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh.. ^^